gadgetku

Rambutan Subang

Buah Rambutan Merupakan Buah Khas Subang.

Wisma Karya Subang

Pesona Sejarah Kabupaten Subang.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 30 Agustus 2015

“Pemuda dan Tantangan Zaman”

D:\KAMMI\logo-logo\kammi.jpg“Pemuda dan Tantangan Zaman”






Setiap potongan zaman selalu mempunyai pahlawannya masing-masing.  Mereka adalah putera-puteri terbaik yang dilahirkan pada potongan zamannya. Keberadaan pemuda dalam kehidupan kemanusiaan sangatlah penting, karena mereka potensial dalam mewarnai perjalanan sejarah anak manusia, pemuda adalah calon pemimpin masa datang. Merekalah yang akan merubah umat, menjadi baik dan jaya atau sebaliknya. Oleh karena itu kondisi generasi muda menjadi parameter masa depan suatu bangsa tidak terkecuali Indonesia, apabila pemudanya baik maka baik pula kondisi bangsa tersebut ataupun sebaliknya.
Momentum peringatan sumpah pemuda menjadi penting untuk para pemuda Indonesia untuk penanda kiprah heroik para pemuda Indonesia. Sejarah mencatat sejak perintisan pergerakan Kebangsaan Indonesia sampai dengan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pemuda berperan aktif mengantarkan bangsa dan Negara mencapai kehidupan yang merdeka dan berdaulat berdasarkan UUD 1945.  Dalam sepanjang sejarah perjalanan manusia dari Nabi Adam hingga kepada Rasulullah SAW dan diteruskan hingga hari ini, membuktikan bahwa perubahan-perubahan senantiasa dipelopori oleh para pemuda.
Pada zaman globalisasi sekarang ini proses sekulerisasi dan Brain washing (cuci otak) terhadap para pemuda pada saat ini telah memberikan dampak yang luas terhadap keruksakan moral umat yang menjauhkan pemuda dari sifat fitrahnya, ini menjadi ancaman serius bersamaan dengan ancaman HIV AIDS yang mewabah, Narkoba yang tidak terhitung jumlahnya serta miras yang begitu mudah didapatkan di toko-toko swalayan di pinggir jalan.
Peranan pemuda dirasakan sangat penting karena mereka mempunyai beberapa potensi, yaitu bathul himmah fi at tasaaulat (membangkitkan semangat didalam bertanya/bersikap kritis), naqlul ajyaal (memindahkan dari generasi ke generasi), tajdid maknawiyah al ummah (memperbaharui moral ummat), dan anasir ishlah (unsure perubah), Risalah Islam atau apapun bentuk perubahan itu hanya dapat dilaksanakan dengan optimal oleh para pemuda.
Dengan Idealisme yang tinggi dan keyakinan mendalam terhadap fitrah Islam yang bersih sebagaimana firman Allah SWT, ” Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka” [QS 18:13], Kami pemuda Sebagai generasi yang ingin tahu, selalu ingin menunjukan kebolehannya dan kemampuannya dalam meraih cita-cita, serta meraih izzah (kemuliaan) dunia dan akhirat.


Mari kita sambut hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2015
KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA

KAMMI DAERAH SUBANG
Oleh : Lugina Sariama LM

“KAMMI Daerah Subang Gelar Santunan Anak Yatim”

“KAMMI Daerah Subang Gelar Santunan Anak Yatim”
Allah swt berfirman, artinya, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin,”(QS. al-Baqarah 2:177).
Hari ini tepatnya tanggal 9 Juli 2015 bertepatan dengan hari ke-22 di bulan Ramadhan 1436 H, Pengurus Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Subang (KAMMI) bersama PT.Indosat mengadakan agenda kegiatan Ramadhan Fair KAMMI yaitu santunan anak yatim sekaligus buka bersama dengan Remaja Mesjid se-Desa Pagon yang bertempat di Mesjid Al-Furqon Kampung Pagon. Agenda ini merupakan lanjutan dari kegiatan Ramadhan Fair KAMMI yang sebelumnya mengadakan kegiatan bazar buku di Perpustakaan Daerah Subang. 

Kegiatan Santunan ini merupakan wadah bagi organisasi KAMMI dalam memperkuat tali ukhuwah Islamiyah dengan elemen pemuda Islam di Kabupaten Subang, salah satunya Remaja Mesjid Desa Pagon. Dalam salah satu prinsip gerakan KAMMI salah satunya adalah bahwa persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI, yang kemudian harus  terinterpretasikan secara pemikiran dan amal nyata dilapangan sosial, terutama kontribusi KAMMI sebagai Organisasi Kepemudaan Mahasiswa di Kabupaten Subang dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan ummat.
Dalam momentum Ramadhan ini KAMMI mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk meningkatkan amal kebajikan, karena kita semua menyakini bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang besar kebermanfaatanya kepada orang lain. Sebagaimana dalam bahasa sunda kita mengenal silih asah, silih asih, silih asuh yang kalau kita selami isinya bahwa sebagai keimanan seorang muslim kita harus memberikan kontribusi amal terbaik kita kepada lingkungan sekitar terutama dalam menyantuni dan memuliakan anak yatim. Semoga amal baik kita di bulan berkah ini senantiasa menjadi penguat keimanan kita, terutama dalam mengarungi perjalanan panjang kehidupan ini sehingga kita tergolong menjadi orang-orang yang bertaqwa.

~Lugina Sariama~
(Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Subang)

Kamis, 12 Maret 2015

Mengenal Politik Islam

Ilmu atau teori politik Islam bersumber dan diderivasi dari Alquran. Mungkin ini dianggap klaim berlebihan, tetapi sebenarnya tidak juga. Sebab politik menyangkut banyak bidang kehidupan, sedangkan ayat-ayat dalam Alquran banyak membicarakan masalah kehidupan sosial termasuk politik. Meski ayat-ayat itu baru berupa semisal konsep, namun jika dipahami dengan penalaran yang cerdas akan ditemukan prinsip luhur berpolitik. Konsep-konsep semisal dalam ayat-ayat itu berkaitan antara satu dengan yang lain dan membentuk struktur konsep yang sistemik. Sebagai contoh konsep khalifah di bumi (QS. Al-Baqarah: 30, QS. An-Nur: 55, QS. An-Naml: 62, QS. As-Shad: 26, QS. Al-An’am: 165), berkaitan erat dengan konsep hukum dan keadilan (QS. An-Nisa: 58, 105, 135, QS. Al-Maidah: 6) dan juga kepemimpinan (QS. Ali-Imran: 118, QS. An-Nisa: 49, QS. Asy-Syu’ara: 15-152). Masalah kepemimpinan berkaitan dengan masalah musyawarah (QS. Ali-Imran: 159, QS. As-Suraa’: 38). Prinsip persatuan dan persaudaraan (QS. Ali-Imran: 103, QS. Al-Hujurat: 10) berkaitan dengan prinsip persamaan (QS. An-Nisa: 1), tolong-menolong, membela yang lemah (QS. Al-Maidah: 2, QS. At-Taubah: 11, QS. Al-Balad: 12-16), perdamaian dan peperangan (QS. An-Nisa: 89-90, QS. Al-Anfal: 61) dan lain sebagainya yang sangat komplek, sekompleks kehidupan manusia itu sendiri (Hamid Fahmy Zarkasyi, ISLAMIA, Identitas dan Problem Politik Islam, Vol. V, 2009: 5-6).
فَقَدْ آتَيْنَا آلَ إِبْرَاهِيمَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَآتَيْنَاهُمْ مُلْكًا عَظِيمًا (٥٤)
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar” (QS. An-Nisa: 54).
الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ (٤١)
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan” (QS. Al-Hajj: 41).
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الأمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (٥٨)
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha melihat” (QS. An-Nisa: 58).
Makna kerajaan, kedudukan, hukum, dan keadilan sebagaimana telah tertulis dalam ayat-ayat di atas adalah makna-makna yang mewakili makna politik. Menurut Muhammad Elvandi, politik yang berarti pengelolaan urusan manusia sangat memadai untuk kalimat-kalimat tersebut, juga untuk makna-makna serupa yang sangat banyak di dalam Alquran. Betul bahwa istilah politik atau as-siyasah tidak tercantum di dalam Alquran, tetapi prinsip-prinsip politik sangat ditekankan di dalamnya sebagai pegangan manusia dalam berinteraksi di tengah masyarakat luas.
Jika dalam Alquran terdapat esensi politik walau tidak ada sama sekali istilah politik atau as-siyasah maka dalam Hadits, politik dalam konteks pengeloaan manusia terdapat dalam Hadits riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah r.a.:
كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ تَسُوسُهُمْ الأَنْبِيَاءُ
Artinya: “… (Zaman dahulu) Bani Israil itu dipimpin oleh para Nabi”.
Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathu Al-Bari, sebagaimana dinukil oleh Muhammad Elvandi bahwa kata yasusu yang menjadi akar kata as-siyasah dalam Hadits shahih tersebut menunjukkan bahwa masyarakat harus memiliki seseorang yang mengelola dan memimpin masyarakat ke jalan yang benar, dan membela yang teraniaya dari para pelanggar.
Siyasah (politik) secara bahasa berarti mengelola, mengatur, memerintah, dan melarang sesuatu. Yusuf Qardhawi mengartikan politik adalah semua yang berhubungan dengan pemerintahan dan pengelolaan masyarakat madani. Kemudian Abdul Wahab Khallaf mendefinisikan siyasah sebagai pengelolaan masalah umum bagi Negara bernuansa Islam yang menjamin terealisasinya kemaslahatan dan terhindar dari kemudharatan dengan tidak melanggar ketentuan syariat. Selanjutnya dalam buku As-Siyasah Al-Hakimah, sebagaimana dinukil oleh Abdul Hamid Al-Ghazali dalam bukunya yang berjudul “Pilar-pilar Kebangkitan Umat” dijelaskan bahwa Ibnu Qayyim mendefinisikan politik adalah semua aktivitas yang mendekatkan manusia kepada kemaslahatan dan menjauhkan dari kerusakan, meskipun tidak pernah ditegaskan oleh Rasul dan tidak pernah disinggung oleh wahyu yang diturunkan, karena semua jalan yang bisa mengantarkan kepada keadilan, maka jalan itu adalah bagian dari agama ini (Islam).
Dalam tradisi Arab, orang yang memegang kekuasaan secara politik adalah orang yang mengurusi urusan rakyat, mengaturnya, dan menjaganya. Kemudian yang lebih menarik adalah bahwa ternyata politik itu tidak identik dengan kekuasaan dan memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi atau golongan. Dalam kitabMu’jamu Lugghatil Fuqaha jilid 1, hal: 237, sebagaimana dinukil oleh Jasiman, bahwa dalam hal siyasah ada dua kata kunci yang dapat diambil dari kamus bahasa para fuqaha, yaitu cinta dan pelayanan.
Dalam sejarah peradaban Islam, telah banyak ulama-ulama klasik yang menulis berkaitan dengan masalah politik. Seperti Ibnu Abi Rabi (w. 842M) menulis buku berjudul Suluk al-Malik fi tadbir al-Mamalik, Al-Farabi (w. 339H/ 950M) menulis buku Ara Madinat al-Fadhilah, Al-Mawardi (w. 450H/ 1058M) yang menulis teori politiknya dalam buku berjudul Al-Ahkam al-Sultaniyah, Al-Ghazali (w. 505H/ 1111M) menulis buku berjudul Al-Tibrul Masbuk fi Nasihat al-Muluk, dan Ibnu Taimiyyah (w. 728H/ 1328) menulis buku Al-Siyasah al-Syar’iyyah.
Islam sebagai agama yang komprehensif telah banyak berbicara terkait seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk politik. Oleh karenanya antara agama dan politik tidak ada sekularisasi (pemisahan). Sebagaimana pandangan seorang ulama kontemporer, yaitu Hasan Al-Banna, bahwa politik tidak terlepas dari Islam. Hal demikian berangkat dari pemahamannya bahwa Islam mencakup dan mengatur seluruh aspek kehidupan manusia di mana politik adalah sebagian diantaranya. Memisahkan agama dari politik atau memisahkan politik dari agama sama saja dengan memisahkan agama ini dari kehidupan sebagaimana yang dilakukan oleh kaum sekuler. Atas dasar itu, secara tegas Hasan Al-Banna mengatakan bahwa seorang muslim tidak akan sempurna keislamannya kecuali bila ia menjadi politikus, memberikan perhatian terhadap problematika umat, dan peduli kepadanya. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa setiap organisasi keislaman harus menjadikan kepedulian terhadap problematika politik umat sebagai program utamanya, dan bila tidak maka ia sendiri masih perlu untuk memahami Islam itu sendiri.
Daftar Pustaka:
Al-Ghazali, A. H. (2009). Pilar-pilar Kebangkitan Umat: Intisari Buku Majmu’atur Rasail. (M. Badawi, Penyunt., K. A. Faqih, & Fachruddin, Penerj.) Jakarta: Al-I’tishom.
Elvandi, M. (2011). Inilah Politikku. (Jasiman, & A. Ghufron, Penyunt.) Solo: Era Adicitra Intermedia.
Jasiman. (2012). Rijalud Daulah: Mempersiapkan Pejabat Publik yang Merakyat. (A. Ghufron, Penyunt.) Solo: Era Adicitra Intermedia.
Zarkasyi, H. F. (2009). Identitas dan Problem Politik Islam. ISLAMIA , V.


Sumber dikutip dari : Dakwatuna

Penulis                    : Fazar Romadhon

Rabu, 11 Maret 2015

“Menuju Ulang Tahun Subang, Jalan Subang Masih Pada Bolong”


Sudah satu tahun lebih Pasangan Bupati dan wakil bupati Subang yaitu Bapak Ojang Sohandi, S.S.T.P., M.Si. dan Hj. Imas Aryumaningsih, S.E memimpin Kabupaten Subang. Harapan besar rakyat subang dalam hal perbaikan sangatlah tinggi kepada pemimpin subang yang baru, setelah kepemimpinan sebelumnya yang terjerat kasus korupsi. KAMMI Daerah Subang melihat kurangnya perbaikan-perbaikan subang dalam banyak hal, terutama masalah perbaikan sistem pemerintahan (pelayanan publik) serta perbaikan infrastruktur jalan yang signifikan dalam mewujudkan kesejahteraan untuk rakyat subang. Pada ulang tahun kabupaten Subang pada april tahun 2015 ini seharusnya jadi momentum pemimpin subang untuk mengintropeksi ke dalam terkait kondisi subang yang sangat jauh ketinggalan dalam segi infrastuktur terutama di bandingkan dengan Kabupaten tetangga yaitu Purwakarta dan Karawang.


Masalah jalan menjadi permasalahan serius yang tak pernah kunjung selesai di kabupaten Subang, hampir merata pada 30 kecamatan kondisinya memprihatinkan. Padahal infrastruktur juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia, antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada lapangan kerja, serta peningkatan kemakmuran nyata dan terwujudnya stabilisasi makro ekonomi, yaitu keberlanjutan fiskal, berkembangnya pasar kredit, dan pengaruhnya terhadap pasar tenaga kerja.  Padahal jalan merupakan salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Bagaimana masyarakatnya bisa berdaya kalau biaya pengantaran barang lama dan ruksak jalannya !!!. Sudah saatnya para pemimpin subang tidak mengedepankan pencitraan dipublik karena itu sangat mengiris hati rakyat subang yang hari ini belum mendapatkan pelayanan maksimal dari Pelayannya ( Bupati dan Wakil Bupati) yang kelihatan cenderung tidak merakyat (merasakan penderitaan rakyat). KAMMI daerah subang akan terus mengingatkan semua pihak, siapapun yang menghambat perbaikan Subang,  karena subang adalah amanah anak cucu kita !!!.





Demokrasi Untuk Rakyat ???


Demokrasi seolah kata yang tidak aneh dalam transformasi sistem kehidupan politik Indonesia, walaupun dalam sejarah historis politik bangsa ini kita pernah melaksanakan politik yang paling demokratis pada tahun 1955. Setelah peristiwa reformasi tahun 1998 harapan untuk menciptakan masyarakat adil makmur dan sejahtera tumbuh seiring masifnya gerakan mahasiswa dan rakyat untuk mewujudkannya. Inilah Indonesia sebagai negara Demokrasi terbesar katanya, walaupun sejak reformasi 1998 ternyata gambaranya tidak seindah yang diharapkan, produk dan output dari hasil pemilihan tahun 1999, 2004, 2009 dan 2014 ternyata semakin menyumbang para terpidana baru kasus korupsi baik itu dari Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif, ini merupakan indikasi bahwa demokrasi  kita tidak sehat.
Seruan dan ajakan yang selalu di dengungkan oleh para politikus untuk memilih mereka, dan beribu janji yang diberikan kepada masyarakat ternyata memberikan dampak pada semakin meningkatnya ketidakpercayaan rakyat terhadap mereka, karena Kondisi nyata yang terjadi bahwa masyarakat hanya menjadi objek dalam memuaskan hasrat kekuasaan para politisi negeri ini. Seharusnya para politisi berhenti sejenak untuk lebih banyak mendengar kondisi realitas dan keluhan rakyat, ya budaya mendengar para pemimpin kita seolah tertutup bahkan hilang ditelan jurang keserakahan dan ambisi kekuasaan.  Dalam hal ini kita ke depan akan melihat bahwa partai yang gagal dalam pengembangan demokrasi dan mengabaikan kepentingan rakyat, akan kehilangan kepercayaan dari rakyat dan menenggelamkan dirinya sendiri.

Sekarang kita sebagai kekuatan terbesar dalam demokrasi yaitu rakyat (civil society) dapat menyatukan kekuatan dalam mendorong, mengawasi dan mengawal pemerintahan sehingga dapat berkualitas untuk terbentuknya Good Goverment dan Clean Goverment. Dalam menghadapi demokrasi ini harus ada revolusi meningkatkan kesadaran berpolitik, kita catat dan dengarkan ucapan janji para penjabat (penguasa) yang kelak jika tidak ditepati maka kita bisa lakukan impeachment. Rakyat Indonesia hari ini sudah mengalami masa demokrasi yang panjang, umur yang boleh dikatakan cukup dewasa sebagai masyarakat demokrasi yang seharusnya bisa cerdas dalam melihat, menganilisa dan mengkritisi kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat Indonesia. Rakyat harus menang, wujudkan Indonesia maju dan berkeadilan !!! Reformasi belum usai kawan.


PD KAMMI DAERAH SUBANG
DIVISI KEBIJAKAN PUBLIK

Selasa, 24 Februari 2015

STUDI ISLAM KONTEMPORER (BANGSA PALESTINA DAN MASJID AL-AQSA)


Hari ini tepatnya 14 Pebruari 2014 ada suasana baru di Gedung Persatuan Umat Islam Cabang Subang. Ada sekelompok pemuda yang datang untuk agenda sesuatu agenda. Dari kejauhan sudah terlihat bendera KAMMI Daerah Subang berjejer sepanjang jalan menuju gedung PUI. Para panitia dari kepengurusan dan anggota KAMMI menyambut kedatangan peserta dengan senyuman dan ucapan salam sebagai ucapan doa selamat kepada saudara yang baru datang. Rencananya ada agenda Studi Islam Kontemporer terkait kondisi umat Islam Palestina, yang kita ketahui bahwa permasalahan ini sudah menjadi agenda bersama umat islam diseluruh dunia.
Ketika peserta berdatangan hampir 70 orang yang terdiri dari beberapa elemen pemuda, baik mahasiswa maupun pelajar SMA serta SMK. Pada acara tersebut dimulai dengan pembacaan basmalah dan ayat suci Al-Qur’an oleh Bimantara dari ketua LDK UNSUB, terlihat sesekali kekhusuan para peserta pada saat mendengarkan Al-Qur’an, setelah itu dilanjutkan sambutan dari ketua pelaksana oleh ukh Tita Andriani Kader KAMMI STKIP yang menyapa para peserta yang hadir dengan semangatnya yang luar biasa. Dan yang terakhir sambutan sekaligus pembukaan acara studi Islam Palestina oleh ketua umum KAMMI Daerah Subang, Saudara Lugina Sariama Lala Mugia dalam sambutanya mengucapkan selamat datang di rumah besar Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dalam hal ini KAMMI ingin menjadi bagian yang memberikan kontribusi terhadap kejayaan Islam yang salah satunya adalah memerdekakan saudara kita di Palestina.
Kita bersama  tahu bahwa di sana ada masjid Al-Aqsa yang menjadi salah satu tempat suci umat islam yang diberkahi sekaligus tempat lahirnya para nabi pilihan Allah swt, maka sudah pasti kewajiban kita dalam memerangi setiap usaha yang merugikan umat islam, karena rugi untungnya perjuangan harus diukur untung ruginya islam, dalam hal ini Palestina saudara kita dalam keadaan terjajah, maka tugas kita adalah menyelamatkannya dari Yahudi laknatullah . Dalam paparanya ketua KAMMI Daerah Subang menghimbau bahwa setelah agenda ini semoga ada tindak lanjut berupa penghimpunan gerakan pemuda islam dan membentuk komunitas-komunitas baru untuk memberikan kontribusi amal untuk palestina yang berkelanjutan setiap bulan, dan ini adalah ikhtiar kita bersama.   

Pada acara inti yaitu paparan langsung terkait palestina oleh KNRP Jawa Barat yang disampaikan oleh kang  Rahmatullah memaparkan terkain kondisi Palestina, seperti yang kita ketahui bersama bahwa umat islam disana berjuang dan rela mati demi mempertahankan mesjid Al-Aqsa. Palestina banyak disebut didalam Al-Qur’an karena daerah ini merupakan tempat kelahiran para nabi pilihan, tempat yang diberkahi, tempat terjadinya perang akhir zaman dan juga hari penghisaban. Maka dari pada itu adalah kewajiban kita sebagai umat muslim yang dalam keadaan merdeka mendukung mereka, tapi doa saja tidak cukup karena mereka sangat membutuhkan bantuan yang real berbentuk makanan, pakaian dan material bangunan untuk keperluan membangun bangsanya lagi. Kita ketahui bersama bahwa negara palestina di kelilingi tembok besar dengan tinggi 8 m dan lebar 2 meter seperti penjara terbesar di dunia. Hal tersebutlah yang memanggil kita untuk senantiasa berjuang sekuat tenaga untuk membantu saudara kita dan KAMMI Daerah Subang serta elemen pemuda subang yang lain hari ini kita akan berkomitmen bersama untuk hal itu. Pada akhir kegiatan semua peserta dan panitia mengisi format untuk menjadi relawan dan donatur untuk palestina selama hidup. Semoga Ijtihad kecil ini menjadi gelombang besar dalam pembebasan Palestina dan dunia islam yang masih terjajah. Allahuakbar !!!

Selasa, 27 Januari 2015

Sabtu, 15 November 2014

Musyawarah Kerja Daerah KAMMI Subang













Minggu, 19 Oktober 2014

Do'a Cinta sang Imam

Oleh : M. Anis Matta, Lc.

Ya Allah Engkau tahu
Hati-hati ini telah
Berkumpul dalam cintaMu
Bertemu dalam taatMu
Menyatu menolong dakwahMu
Berjanji perjuangkan syariatMu

Maka eratkan ikatanya
Dan abadikan cintanya      

            Tidak ada penjelasa historis tentang suasana yang melatari Imam Syahid Hasan Al Banna saat menulis potongan doa itu. Ia menyebutkan Wirid Pengikat Hati. Hati yang sedang dibangunkan untuk memikul beban kebangkitan umat. Beban mereka berat. Jumlah mereka sedikit. Musuh mereka banyak. Jadi mereka butuh landasan kokoh dan pengikat yang kuat. Landasannya adalah iman. Pengikatnya adalah cinta.
            Cinta menjalin jiwa-jiwa mereka dalam kelembutan yang menyamankan, maka setiap mereka adalah permadani sutera yang empuk, setiap orang dengan segala tipenya bisa duduk santai disitu. Cinta mereka selalu menampung semua bentuk perbedaan, ada kebebasan berpendapat tapi tidak ada sikap yang melukai, ada keterbukaan tapi objektivitas tetap diatas segalanya. Cinta melahirkan pertanggungjawaban, setiap mereka selalu bertanya tentang sejauh mana merekan mampu mempertanggungjawabkan sikap mereka di depan Allah Swt?
            Tapi cinta juga melahirkan kelembutan, maka perbedaan-perbedaan mereka terkelola dalam etika yang menyamankan jiwa. Karena setiap pembicaraan selalu berujung amal. Beban pervedaan di antara mereka tidak akan mengubah situasi mereka, seperti kata iqbal, sebagai sapu lidi yang diikat dengan cinta untuk membersihkan kehidupan.
            Tapi cinta juga memberikan mereka energi. Para pemikul beban kebangkitan itu pastilah akan menempuh jalan perjuangan penuh liku dan pendakian. Pada setiap satu jarak waktu dan tempat beban mereka bertambah. Mereka pasti mengalami penuaan dini, seperti kata Rasulullah saw; “Surat Hud dan  saudara-saudaranya telah mengubankan rambutku.” kalau bukan dengan energi yang dahsyat, siapakah yang sanggup mendaki gunung sembari memikul beban?Dan Cintalah sumbernya.
            Energi cinta memicu mereka untuk bergerak dan bertumbuh dalam tempo yang cepat. Tapi ikatan cinta mengatur irama mereka dalam keserasian yang indah. Itu sebabnya mereka kuat, nyaman dan abadi. Jadi biarkan Sang Imam menggumamkan kembali doa cintanya.

            Maka Eratkan ikatannya
            Dan abadikan cintanya
           

(Sumber: Majalah Tarbawi edisi 88 Th.5/Jumadil Awal 1425 H/8 Juli 2011)

Sabtu, 17 Mei 2014

KERIKIL DAKWAH YANG MENYESAKKAN

(Catatan Untuk yang Kehilangan Keaslian) 
Oleh: Syamsudin Kadir


Betapa hatimu semakin keras sekeras bahkan lebih keras dari batu. Kesombongan dan bangga-bangga diri terlalu sering mendominasi sikap dan penyikapanmu dalam melangkah di setiap harinya.  Penyakit sekaligus virus riya’ kadang melingkari amal dan aktivitasmu. Kehadiranmu di ruang tarbawi (pengkaderan) dan ruang amal serta rapat (syuro’) hanya dianggap bahkan dijadikan sebagai batu loncatan untuk mendapatkan penghargaan manusia: semacam dapat amanah anu dan anu, atau bahkan sanjungan. Semuanya dilampaui tanpa tahu diri. Lalu, inikah yang membuatmu berbangga sambil riya’ dan merendahkan saudara seiman dan para kader yang menanti teladan? Apakah ini juga yang menjadi pakianmu di saat dirimu menjadi qiyadah (pemimpin) yang lelah dan berkeringat dalam merumuskan dan mengarahkan semua kebijakan stratgis grakan dakwah? Apakah tidak cukup bagimu kritikan indah dari pernyataan seorang kader berikut ini? “Akhi, ana malu aktif lagi, karena ana melihat ada alumni pengurus yang satu hari penuh tidak tilawah, bulsit dengan amal yaumi aktivis dakwah. Ana ga mendapatkan keteladanan dalam banyak hal seperti kata-kata, sikap dan sapaan.”
Ini bukanlah kisah onggokan yang tak bermakna dan ogah untuk diperhatikan. Ini merupakan kenyataan yang sudah mendiami sebagian besar benak kader yang sempat diajak ngobrol oleh alumni pengurus wajihahnya. Dan itu semua adalah cambuk bagimu yang terlampau lama tengglam dalam lautan nista. Agar engkau lebih tahu bahwa dirimu di hati para kader dan aktivis dakwah selain dirimu bukan siapa-siapa, di saat engkau merasa bahwa engkau punya nama dan tempat penghormatan, atau bahkan bisa menentukan kebijakan.
Untukmu yang suka dan hoby sombong di jalan dakwah ini. Yang engkau peroleh dari sini, dari jalan dakwah ini hanya itu, setelahnya engkau akan mendapatkan penghargaan manusia kemudian engkau mati dalam keadaan hatimu busuk seperti bangkai. Hata engkau merasa orang penting. Fisikmu hidup tapi hatimu tersiksa dunia dan penghargaan para penghuninya. Jika itu yang engkau cari, maka engkau lebih sesat dan tersesat dari binatang yang sering engkau hina, seperti anjing, babi, kera dan sejenisnya.
Lalu, apakah itu yang membuatmu tak merasa kecil di depan banyak orang yang boleh jadi lebih ikhlas untuk beramal dalam ruang dakwah ini? Atau apakh itu yang membuatmu merasa paling baik amalnya di hadapan Allah?
Adalah kebulatan tekadmu dulu ketika awal-awal masuk dalam ruang gerakan dakwah ini telah kau gadai dengan kepalsuan dirimu dalam beramal. Keaslian dakwah islam engkau jual untuk dunia atas alasan ijtihad dan pilihan darurat yang tak jelas ujungnya. Bermaksiat dalam kemasan aktivitas tidak membuatmu merasa bersalah dan terhina. Padahal hatimu sedang dikuasai oleh syetan yang memang  sudah berjanji mengganggumu untuk tidak ikhlas dalam beramal. Karena bagimu kini, keikhlasan adalah pajangan penghormatan dan penghargaan manusia, atau bahkan dari onggokan sumpah serapah dirimu sendiri. Lalu, adakah engaku sadar dengan itu semua? Kalau engkau tidak merasa, cukuplah lisan dan sikap banyak kader atas sikap dan sifatmu menjadi bukti nyata bahwa dirimu adalah sampah dakwah yang pura-pura memakai baju dakwah. Ibadahmu jauh dari kuantitas dan kualitas ibadah para kader yang engaku remehkan. Amal sholehmu juga sangat sedikit, sehingga maksiat dan kesombonganmu lebih banyak dari keikhlasanmu dalam beramal. Lalu, apakah engkau sadar jika itu adalah baju yang sedang engkau pakai sekarang? Jika tidak, maka engkau memang layak dikuburkan sebelum malaikat maut menjemput ruhmu yang masih bersamamu. Atau engkau tak merasakan apa-apa? Jika tidak juga, maka engkau adalah manusia tengil yang mesti bertobat atau engkau tetap dalam kenyataan: mati dalam kehidupan fisikmu.
                Betapa sedihnya dirimu yang mengaung dan berbusa di mana-mana: di kotsan, di kampus, di rumah bahkan di berbagai tempat dengan lisan tanpa makna. Kata-katamu kering tak berbekas. Lisanmu cerdas, tapi ruhmu kering. Engkau merasa memiliki sesuatu, namun yang mendengarmu bilang kalau engkau tak punya apa-apa. Engkau habiskan waktumu tuk bermain-main atau mungkin membaca dan aktivitas lain, namun berapa ayat al-Qur’an yang kau renungi setiap harinya? Berapa buku Manhaj Tuga Baca yang engkau baca dan pahami? Jadwal membicarakan dunia telah mendominasi jadwal hidup dan gerakmu. Namun ayat Allah nyaris bahkan sering engkau lupakan. Kalaupun engkau tilawah dan merenungi beberapa ayat, itu bukan karena rindu dengan ayat-ayat itu. Tapi karena engkau takut jika di ruang tarbawi (pengkaderan) engkau dianggap kader biasa gara-gara engkau tak memenuhi tugas bulanan atau pekanan ini. Engkau menjadikan ayat-ayat Allah itu sebagai mantra-mantra tanpa dipahami dan direnungi isi dan pesannya. Engkau tuli bahkan hatimu buta dengan ketegasan ayat-ayat itu dalam mengingatkanmu agar tidak lalai dalam hidup. Agar engkau berilmu sebelum beramal. Agar engkau mendalami ilmu. Apalah lagi engkau memakai baju baru bahkan mungkin sudah menjadi baju lamamu: Aktivis Dakwah. Engkau justru telah merusakan dan mengotori baju besar itu. Yang wanginya hanya diperoleh dengan ilmu, amal dan keikhlasan. Lalu, dengan itu engkau menjadi sombong. Itu cukup bagi siapa-siapa bahwa engkau bukan siapa-siapa, pada saat engkau merasa di mana-mana dan siapa-siapa bahkan di atas siapa-siapa. Wallahu a’lam. 


KADERISASI KAMMI SUBANG
TAHUN PERJUANGAN 2012-2014
KAMMI DAERAH SUBANG
"APAPUN YANG TERJADI KAMI TETAP TUMBUH DAN BERKEMBANG"


BASHIRAH (KEKUATAN MATA HATI)

Ust. Rahmat Abdullah

Bahkan manusia sangat tajam melihat dirinya sendiri, walaupun ia melontarkan berbagai alasannya” (QS.AI-Qiyamah:14).
Para penganut Al-Qur’an tak ragu sedikitpun akan kesempurnaannya. la cahaya terang dan jalan lurus yang mengantar kepada keselamatan dunia dan kebahagiaan akhirat. la bashirah yang begitu jernih, tajam dan akurat mewartakan keadaan yang sesungguhnya, kemenangan yang terbentang dan bahaya yang mengancam, dengan segala syarat, sebab dan penawarnya. la memuat sejarah lampau, gambaran depan dan keadaan sekarang.
Namun apa yang didapat orang yang menutup rapat-rapat matanya sendiri, dari cahaya terang di sekitarnya? Terik mentari ditingkahi ribuan lampu sorot, tak menyelamatkannya dari terjerembab ke pelimbahan. Sebaliknya, lihatlah tuna netra yang berjalan di gelap malam, dapat selamat dan beroleh rizki mereka.
Allah Maha Adil, yang mengangkat sebagian orang dengan kekurangan fisiknya dan menjatuhkan lainnya walaupun berjasad sempurna. Tak ada makna kajian tema apa pun dalam kitab suci, sementara hati pengajinya berjelaga. Ada tikus mati dalam kandang, ada orang kehilangan tongkat dua kali atau terpagut ular dua kali di liang yang sama. Atau singa-singa mati lapar di padang dan daging pelanduk dilahap serigala. Ada budak tidur di tilam sutera, ada bangsawan berbaring di hamparan tanah.

Bila Nurani Bergetar
              Berbahagialah pejuang yang tak mengkorupsi kemenangan masa depannya, walaupun hanya dengan sekedar rintih sesal didera lelah. Atau menumpang popularitas dengan nikmat tanpa rasa malu kepada-Nya. Mereka yang berhati nurani tak lagi melampirkan kesedihan, kesusahan, dan kelelahan kedalam neraca laba-rugi. Hati nurani mereka selalu hidup dan berbinar. Begitulah kiranya ketika Alkhalil Ibrahim AS meminta agar nabi yang dibangkitkan kelak dari keturunan Ismail AS, bertugas….membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah dan menyucikan mereka..” (QS. AI-Baqarah:129), Allah mengijabah do’anya. Namun Ia menginginkan langkah kedua sesudah membacakan ayat-ayat-Nya dan sebelum mengajarkan Kitab dan Hikmah, satu kata kunci bagi keberhasilan da’wah ini, yaitu ‘menyucikan mereka‘ (QS. Al-Baqarah:151, Ali Imran:164, Al Jumu’ah:2).
Nurani yang hidup mampu menjembatani perbedaan dan meredam perpecahan. “Ulama akhirat tak saling berbenturan, karena akhirat sangatlah luas. Ulama dunia selalu bertikai dan bermusuhan karena dunia terlalu sempit untuk mereka perebutkan.” (Imam Ghazali).
Allah menyebutkan perumpamaan ulama buruk (suu‘) yang berhati nurani mati, seperti Bal’am sebagai anjing, yang bila dihalau menjulur dan bila didiamkan tetap menjulur (QS. Al –A’raf: 176). Anjing akan lari mengejar tulang dengan sedikit daging segar. Dan tak akan tertegun memandangi perhiasan di tangan pelempar seharga 1 milyar. Dan ketika melewati telaga, sang anjing segera menerkam bayangan dirinya, karena mengira ada anjing lain yang menggigit tulang. la ingin menguasai semua tulang. Alangkah rakusnya!

Siapa yang telah rasakan dunia
Aku pun telah mengenyamnya
Telah digiring kepadaku pahitgetirnya
Aku tak melihatnya selain bangkai yang membusuk
Dikepung anjing-anjing dengan hanya satu semangat: cabik dan tarik!

Seorang imam sangat kecut dan malu ketika ada orang datang meminta sesuatu. “Oh, dosa apa yang kuperbuat, mestinya aku sudah menangkap hajatnya sebelum ia menyatakan permintaannya“. Tidakkah panitia zakat merasa tersindir ketika melihat kemiskinan hanya dari wajah pengemis profesional yang kerap menimbun harta melebihi keperluan. Al-Qur’an telah melekatkan sifat ‘jahil’ bagi mereka yang mengira para mujahid yang menjaga air wajahnya dengan menutup rapat-rapat penderitaan dan kemiskinan mereka, sebagai orang kaya. Sebaliknya sifat Rasul SAW disebutkan sebagai ma’rifah (kenal), karena dengan kejernihan bashirah mampu menangkap hakikat.
Karena itulah mereka mendapatkan jaminan baik bagi kehidupan kelak; “Beruntunglah orang yang tersibukkan oleh aib dirinya dari kesibukan mempersoalkan aib orang lain. la infakkan yang berlebih dari hartanya dan menahan yang berlebih dari perkataannya
Kemiskinan dan kesenangan tak masuk agenda fikiran para perempuan generasi Salaf yang melepas keberangkatan para suami.
Hati-hati terhadap harta yang haram. Kami tahan terhadap kemiskinan tetapi takkan tahan terhadap neraka,” begitu pesan mereka.
Di depan iring-iringan yang membawa Imam Ahmad bin Hambal ke penyidangan yang zalim, menghadanglah seorang perempuan. “Wahai Imam, kami perempuan-perempuan yang bekerja menenun. Hari-hari ini serdadu sultan meningkatkan perondaan sepanjang malam dengan obor-obor mereka. Karena kami bekerja dibawah pancaran cahaya obor serdadu sultan zalim itu, maka hasil tenunan kami di atas atap rumah menjadi lebih baik dan kami mendapat keuntungan tambahan. Halalkah kami memakan kelebihan untung itu?“. Demikianlah radiasi bashirah Imam yang tak kenal kompromi dengan kebathilan, merasuki hati nurani rakyat yang menjadi begitu sensitif.

Kematian Hati Nurani
Berapa banyak orang menguasai teori ilmu serta dikenal dan dihormati sebagai ilmuwan dan ulama, namun kehilangan potensi hati nurani. Bashirahnya tertutup limbah dunia, membuat cahayanya tak tembus menerangi jalan. Para koruptor yang memiskinkan rakyat dan menguras kekayaan bangsa untuk kepentingan diri sendiri adalah para pengkhianatyang mati rasa. Mereka yang memproduk siaran cabul, menyiarkan kebebasan seks, membuka rumah bordil, memproduksi dan mengedarkan tuak, candu dan madat adalah makhluk yang padam hati nurani. Kehidupan fisik tak mampu mengimbangi busuk akhlaq mereka yang membuat tak nyaman lingkungan. Tak ada orang yang kerasan berlama–lama dekat mereka. Hidup menebar bau busuk dan mati menuai amal busuk.
Mereka yang keruh nurani, selalu melihat dengan angan-angan panjang. “Seakan kematian hanya berlaku atas orang lain“. Sejauh ini dosa dan kemaksiatan merupakan pembunuh utama hati nurani. Hati menjadi keras membatu, watak menjadi beku dan hati menyempit. Ayat-ayat suci tak membekas di hati, kematian tak menghasilkan ibrah, luapan syahwat dunia semakin tak terkendali, wajah menggelap memantulkan kelam hati, hilang semangat beramal dan lenyap kelezatan dzikir.
Lihatlah para penjual ayat yang dengan ringan berfatwa bathil demi kekayaan diri. Do’a yang mereka bunyikan memang benar hanya bunyi. Dan bila ada kader muslim yang merasa, inilah zaman keterbukaan, lalu membumi hanguskan tradisi dakwah yang baik, mereka telah membunyikan lonceng kematian bagi hati nuraninya.
Bila berpolitik, mereka hanya tahu intrik. Tak ada rasa malu merebut posisi, dengan berhias khayalan syaithani. Akulah Yusuf yang credible dan expert.Orang-orang seperti itu harus kerap diajak menurunkan jenazah ke liang lahat, melepas kerabat di akhir nafas, atau berbiduk di lautan dengan gelombang yang ganas. Bila tak mempan, takbirkan empat kali bagi kematian hati nuraninya.(Tulisan pada rubrik Asasiyat di majalah Tarbawi Edisi 45 Th. 4/Sya’ban 1423 H/10 Oktober 2002 M)



Departemen Kebijakan Publik KAMMI Daerah Subang

Tahun Perjuangan 2012-2014
  

Rabu, 12 Maret 2014

    Demokrasi untuk Rakyat ?
               
                Menghadapi momentum pemilihan legislatif 9 April 2014, suasana rakyat penuh dengan gegap gempita menyambut pesta demokrasi lima tahun sekali. Inilah Indonesia sebagai negara Demokrasi terbesar katanya, walaupun sejak reformasi 1998 ternyata gambarannya tidak seindah yang diharapkan, produk dan output dari hasil pemilihan tahun 1999, 2004 dan 2009 ternyata semakin menyumbang para terpidana baru kasus korupsi baik itu dari Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif, ini merupakan indikasi bahwa demokrasi  kita tidak sehat.
                Seruan dan ajakan yang selalu didengungkan oleh para politikus untuk memilih mereka, dan beribu janji yang diberikan kepada masyarakat ternyata memberikan dampak pada semakin meningkatnya ketidakpercayaan rakyat terhadap mereka, karena Kondisi nyata yang terjadi bahwa masyarakat hanya menjadi objek dalam memuaskan hasrat kekuasaan para politisi negeri ini. Seharusnya mereka berhenti sejenak untuk lebih banyak mendengar kondisi realitas dan keluhan rakyat, ya budaya mendengar para pemimpin kita seolah tertutup bahkan hilang ditelan jurang keserakahan dan ambisi kekuasaan.  Dalam hal ini kita ke depan akan melihat bahwa partai yang gagal dalam pengembangan demokrasi dan mengabaikan kepentingan rakyat, akan kehilangan kepercayaan dari rakyat dan menenggelamkan dirinya sendiri.
                Dan sekarang kita sebagai kekuatan terbesar dalam demokrasi yaitu rakyat (civil society) dapat menyatukan kekuatan dalam mendorong, mengawasi dan mengawal agar pemilu yang akan kita laksanakan dapat berkualitas dan bebas dari politik uang serta kampanye hitam. Dalam menghadapi pemilu ini harus ada revolusi meningkatkan kesadaran berpolitik, kita catat dan dengarkan janu-janji yang kelak jika tidak ditepati maka kita bisa lakukan impeachment. Tahun ini merupakan kesempatan bagi rakyat apakah bisa memilih wakilnya dengan cerdas, ataukah justru sebaliknya rakyat hanya menjadi mainan dalam sebuah parodi politik Indonesia. Kita yang memilih dan kita yang akan merasakan dampak dari pilihan selama lima tahun ke depan, mari bersatu selamatkan Indonesia !!!

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Subang
KAMMI Daerah Subang

(Spirit Kebangkitan Indonesia)


Penulis : Lugina Sariama LM

Minggu, 02 Februari 2014